Scroll untuk baca artikel
Lapas dan Rutan

Kalapas Cipinang Ajak Umat Buddha Jaga Kesucian Vihara dan Jauhi Pelanggaran

Avatar photo
×

Kalapas Cipinang Ajak Umat Buddha Jaga Kesucian Vihara dan Jauhi Pelanggaran

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SUARA HARIAN INDONESIA Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Cipinang memberikan pengarahan kepada umat Buddha, Senin (7/9). Bertempat di Vihara Aryasacca Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Bambang Setiawan dan Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Yudha Ageng sebagai bagian dari penguatan pembinaan kepribadian serta kedisiplinan Warga Binaan.

Dalam arahannya, Kalapas menekankan pentingnya setiap Warga Binaan untuk senantiasa mematuhi seluruh aturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan Lapas. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dari proses pembinaan dan menjadi bentuk tanggung jawab setiap Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

 https://suaraharianindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Mars-Jasa.jpeg

“Jalankan seluruh tata tertib yang berlaku. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Berikan yang terbaik selama berada di Lapas,” pesan Kalapas.

Kalapas juga mengingatkan agar Vihara Aryasacca senantiasa dijaga kehormatan dan kesuciannya sebagai tempat ibadah. Seluruh umat Buddha diharapkan dapat menggunakan fasilitas keagamaan tersebut dengan penuh tanggung jawab, menjaga ketenangan, kebersihan, serta menciptakan suasana yang mendukung pelaksanaan ibadah.

Selain itu, Kalapas menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan Lapas yang Zero Halinar atau bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba. Komitmen tersebut membutuhkan peran aktif seluruh unsur, termasuk Warga Binaan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

“Jaga Vihara ini dengan baik, jaga kebersihannya, dan taat beribadah. Jadikan tempat ibadah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada nilai-nilai kebaikan serta membangun perubahan positif dalam diri,” tegasnya.

Kepala Bidang Pembinaan Bambang Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan di Vihara Aryasacca harus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan.

“Kami berharap seluruh umat Buddha dapat mengikuti kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan dengan sungguh-sungguh. Jadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga sikap, disiplin, serta menghormati sesama. Vihara ini adalah tempat untuk membangun ketenangan batin dan memperbaiki diri, sehingga mari bersama-sama kita jaga kebersihan, ketertiban, dan kehormatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimkemas Yudha Ageng menegaskan bahwa kepatuhan terhadap tata tertib dan keaktifan mengikuti pembinaan merupakan bagian penting dari proses perubahan perilaku Warga Binaan.

“Kami mengajak seluruh umat Buddha untuk terus menjaga komitmen dalam mengikuti tata tertib Lapas dan menjauhi segala bentuk pelanggaran. Jangan sampai ada handphone, narkoba, maupun praktik pungutan liar di lingkungan Lapas. Mari kita wujudkan komitmen Zero Halinar bersama-sama dan manfaatkan setiap kegiatan pembinaan sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Melalui pengarahan tersebut, Lapas Kelas I Cipinang terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih, serta kondusif, sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah dan memperkuat karakter sebagai bekal menuju reintegrasi sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN Whats-App-Image-2024-08-18-at-08-50-17-removebg-preview PSE