Scroll untuk baca artikel
Kriminal

Diduga Terkait Fraud Internal Motif Pembunuh Mohamad Ilham Pradipta Kacab Bank BRI

Avatar photo
×

Diduga Terkait Fraud Internal Motif Pembunuh Mohamad Ilham Pradipta Kacab Bank BRI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SUARA HARIAN INDONESIA Kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, memasuki babak baru.

Dugaan keterkaitan dengan praktik tindakan kecurangan atau penipuan yang dilakukan secara sengaja untuk mendapatkan keuntungan tidak sah atau fraud internal di tubuh bank pelat merah itu kini menjadi fokus penyidikan polisi.

 https://suaraharianindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Mars-Jasa.jpeg

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (21/8/2025), mengungkapkan keprihatinan mendalam.

“Kami berduka atas peristiwa ini. Aparat sedang mendalami apakah motifnya terkait penagihan kredit, persoalan pribadi, atau hal lain yang lebih serius,” ujarnya.

Namun, sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebutkan adanya indikasi bahwa korban mengetahui praktik manipulasi data dan aliran dana yang tidak wajar.

Dugaan ini menguatkan spekulasi bahwa Ilham menjadi target karena dianggap mengetahui terlalu banyak soal praktik tersebut.

Pola Kejahatan Terstruktur

Polisi telah menangkap delapan pelaku, empat di antaranya adalah eksekutor lapangan, sementara empat lainnya merupakan aktor intelektual yang mengendalikan operasi.

Penangkapan dilakukan di berbagai kota, mulai dari Bandara Labuan Bajo, Solo, hingga Jakarta Utara.

Di antara nama-nama yang ditangkap, Dwi Hartono menjadi sorotan publik.

Dwi dikenal sebagai pengusaha dan motivator bisnis, bahkan kerap tampil di media sosial bersama tokoh nasional.

Rekam jejaknya sebagai pengusaha flamboyan kini kontras dengan statusnya sebagai tersangka otak kejahatan.

AKBP Resa Fiardi Marasabessy menyebut, pola perencanaan menunjukkan kejahatan ini tidak dilakukan secara spontan.

“Ada pembagian peran, koordinasi matang, dan upaya menghilangkan jejak. Ini bukan sekadar kriminalitas biasa,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN Whats-App-Image-2024-08-18-at-08-50-17-removebg-preview PSE