Scroll untuk baca artikel
Lapas dan Rutan

Panen Hidroponik Bapas Tanjungpandan Hasilkan 35 Kg Pakcoy, Dukung Ketahanan Pangan Perkotaan

Avatar photo
×

Panen Hidroponik Bapas Tanjungpandan Hasilkan 35 Kg Pakcoy, Dukung Ketahanan Pangan Perkotaan

Sebarkan artikel ini

BELITUNG, SUARA HARIAN INDONESIA Balai Pemasyarakatan Tanjungpandan melaksanakan kegiatan panen sayuran hidroponik di Rumah Hidroponik Bapas Tanjungpandan, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan yang diikuti jajaran pegawai bersama Klien Pemasyarakatan tersebut merupakan bagian dari program unggulan bimbingan kemandirian yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kabupaten Belitung.

 https://suaraharianindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Mars-Jasa.jpeg

Rumah Hidroponik Bapas Tanjungpandan dikembangkan sebagai sarana pembelajaran pertanian modern berbasis lahan terbatas melalui sistem budidaya soilless culture dengan metode Nutrient Film Technique (NFT). Melalui program ini, Klien Pemasyarakatan memperoleh pembelajaran teknis mulai dari penyemaian benih, pengelolaan nutrisi, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan pascapanen sebagai bagian dari pembekalan keterampilan kemandirian.

Pada panen kali ini, komoditas pakcoy yang dibudidayakan secara berkelanjutan menghasilkan panen sebanyak 35 kg. Hasil panen dimanfaatkan oleh pegawai dan keluarga besar Bapas Tanjungpandan, dibagikan kepada Klien Pemasyarakatan yang terlibat dalam kegiatan, serta masyarakat sekitar.

Pelaksanaan program juga melibatkan peserta magang berlatar belakang pertanian dan mendapat pendampingan teknis dari penyuluh pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung guna menjaga kualitas budidaya dan keberlanjutan produksi.

Kepala Bapas Tanjungpandan Muhamad Irfani, menyampaikan bahwa Rumah Hidroponik menjadi salah satu media pembimbingan yang diarahkan untuk membangun keterampilan praktis dan produktif bagi Klien Pemasyarakatan.

“Rumah Hidroponik ini kami kembangkan sebagai sarana pembelajaran kemandirian, di mana klien terlibat langsung dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari pembibitan hingga pascapanen. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan terbatas,” ujar Yeyen.

Lebih lanjut, melalui Koperasi Primkopasindo, Bapas Tanjungpandan saat ini tengah menjajaki kerja sama pemasaran hasil panen dengan program SPPG serta salah satu hotel di kawasan wisata Pantai Tanjung Kelayang.

Salah seorang Klien Pemasyarakatan berinisial (SY) mengaku kegiatan tersebut memberinya pengalaman dan pengetahuan baru di bidang pertanian modern.

“Saya mendapatkan banyak pembelajaran baru, mulai dari proses penyemaian hingga panen. Kegiatan ini memberi pengalaman yang bermanfaat dan keterampilan yang dapat saya kembangkan ke depan,” ungkap SY.

Sementara itu, peserta magang berlatar belakang Sarjana Pertanian, **Primanisa Nurgravisi**, alumni Institut Pertanian Bogor, menyampaikan bahwa keterlibatannya menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus mendukung program pembimbingan.

“Ilmu dan pengalaman yang saya peroleh selama perkuliahan dapat diterapkan secara langsung melalui kegiatan ini, sekaligus dibagikan kepada klien. Saya melihat program ini memiliki manfaat yang baik dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan keterampilan bagi Klien Pemasyarakatan,” ujarnya.

Melalui program Rumah Hidroponik, Bapas Tanjungpandan terus mendorong pelaksanaan pembimbingan yang terukur, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi Klien Pemasyarakatan maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN Whats-App-Image-2024-08-18-at-08-50-17-removebg-preview PSE