Scroll untuk baca artikel
Banjir

Kali Dipenuhi Sampah, Warga Perbatasan Tangerang–Jakarta Barat Keluhkan Banjir Berulang

Avatar photo
×

Kali Dipenuhi Sampah, Warga Perbatasan Tangerang–Jakarta Barat Keluhkan Banjir Berulang

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, SUARA HARIAN INDONESIA Kondisi memprihatinkan terlihat di salah satu aliran kali di wilayah perbatasan Kota Tangerang dengan Jakarta Barat. Tumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga material bangunan menutup hampir seluruh permukaan aliran air, memicu kekhawatiran warga akan potensi banjir yang semakin parah, Jumat (17/4/2024).

Pantauan di lokasi menunjukkan aliran air tidak berjalan normal akibat tersumbat sampah. Bahkan, di beberapa titik, kali tampak lebih menyerupai tempat pembuangan sampah daripada saluran drainase. Kondisi ini diperparah dengan minimnya pengangkutan sampah serta rendahnya kesadaran masyarakat.

 https://suaraharianindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Mars-Jasa.jpeg

Warga sekitar mengaku sudah lama mengeluhkan persoalan ini, namun belum ada penanganan yang maksimal dari pihak terkait. Saat hujan deras turun, air dengan cepat meluap dan menggenangi permukiman warga.

Roni (42), warga yang tinggal di Jl. KH Ahmad Dahlan No. 2 RT 002 RW 009, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi tersebut.

“Kalau hujan deras sedikit saja, air langsung meluap karena kali sudah penuh sampah. Ini bukan cuma soal kotor, tapi sudah jadi ancaman banjir tiap tahun,” ujar Roni kepada wartawan.

Ia juga menyoroti kurangnya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang membuang sampah sembarangan ke kali.

“Harusnya ada pengawasan dan sanksi yang jelas. Percuma dibersihkan kalau besoknya penuh lagi. Warga juga butuh edukasi, tapi pemerintah jangan lepas tangan,” tambahnya.

Warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, baik dari Kota Tangerang maupun Jakarta Barat, untuk melakukan normalisasi kali, pengangkutan sampah secara rutin, serta penegakan aturan yang lebih tegas.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin banjir yang terjadi akan semakin luas dan merugikan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN Whats-App-Image-2024-08-18-at-08-50-17-removebg-preview PSE