JAKARTA, SUARA HARIAN INDONESIA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, membagikan ratusan baju koko kepada para santri Masjid Baiturrahman usai pelaksanaan salat Zuhur berjamaah, Kamis (22/10). Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pakaian ibadah yang layak, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen pelayanan tanpa pungutan serta memperkuat peran santri dalam pembinaan keagamaan di lingkungan lapas.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syarpani menegaskan bahwa seluruh pelayanan di Lapas Cipinang harus dilaksanakan sesuai ketentuan, secara transparan, dan tanpa pungutan dalam bentuk apa pun.
“Pelayanan di Lapas Cipinang harus diberikan sesuai ketentuan dan tanpa pungutan. Tidak boleh ada biaya, perantara, ataupun praktik yang membebani Warga Binaan maupun keluarganya,” tegas Dr. Syarpani.
Selain menyerahkan bantuan pakaian ibadah, Kalapas juga mengajak sekitar 200 santri Masjid Baiturrahman untuk menjadi teladan sekaligus penggerak perubahan positif bagi sekitar 1.500 warga binaan muslim di Lapas Cipinang.
Menurutnya, para santri memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, memperkuat akhlak, serta mendorong semangat memperbaiki diri di kalangan warga binaan.
“Dua ratus santri ini jangan hanya baik untuk dirinya sendiri. Saya berharap mereka mampu menularkan kedisiplinan, akhlak, dan semangat memperbaiki diri kepada Warga Binaan lainnya,” pesannya.
Salah seorang santri berinisial ARY menyambut gembira pembagian baju koko tersebut. Ia mengaku senang menerima baju koko berwarna putih yang dapat digunakan untuk beribadah dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di masjid.
“Saya senang sekali mendapat baju koko putih. Bisa dipakai untuk salat dan kegiatan di masjid. Terima kasih sudah memperhatikan kebutuhan kami,” ungkap ARY.
Pembagian pakaian ibadah ini sekaligus menjadi upaya untuk menjawab kebutuhan sebagian warga binaan yang masih memiliki keterbatasan pakaian bersih dan layak untuk menunjang pelaksanaan ibadah sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Cipinang terus memperkuat pembinaan keagamaan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan ibadah, tetapi juga mendorong tumbuhnya keteladanan, pembentukan karakter, dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Lapas Cipinang untuk menghadirkan pelayanan yang adil, transparan, dan bebas dari pungutan, sekaligus membangun lingkungan pemasyarakatan yang mendukung proses pembinaan dan perbaikan diri warga binaan. (sta)

















