Scroll untuk baca artikel
Walikota Jakarta Barat

Gerakan Bersih Lumpur Dimulai, Pemkot Jakarta Barat Optimistis Tekan Titik Banjir pada Musim Hujan 2027

Avatar photo
×

Gerakan Bersih Lumpur Dimulai, Pemkot Jakarta Barat Optimistis Tekan Titik Banjir pada Musim Hujan 2027

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SUARA HARIAN INDONESIA Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat resmi memulai program Gerakan Bersih Lumpur (Gerbek Lumpur) secara serentak di berbagai wilayah pada Minggu (19/7/2026).

Program yang akan berlangsung hingga akhir Desember 2026 ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat penanganan banjir dan genangan melalui kolaborasi lintas sektor.

 https://suaraharianindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Mars-Jasa.jpeg

Kegiatan pembukaan dipimpin langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si. dan dihadiri Komandan Kodim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki, S.H., M.P.M., Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H., jajaran TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, serta para ketua RW dan unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Iin Mutmainnah menegaskan bahwa Gerbek Lumpur bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan program berkelanjutan yang akan dilaksanakan secara rutin berdasarkan pemetaan lokasi yang membutuhkan penanganan.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Jakarta Barat dalam menghadapi musim penghujan sekaligus menekan jumlah titik banjir dan genangan yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah kawasan.

“Program ini harus berjalan secara konsisten. Tujuannya bukan hanya membersihkan saluran air, tetapi memastikan seluruh sistem drainase dapat berfungsi optimal sehingga mampu mengurangi risiko banjir,” ujar Iin.

Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air di sekitar permukiman.

Gerbek Lumpur difokuskan pada pengangkatan endapan lumpur, sampah, serta material lain yang menghambat aliran air, mulai dari saluran lingkungan hingga saluran yang lebih besar sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Pemerintah Kota Jakarta Barat juga mengingatkan masyarakat agar tidak menutup atau mempersempit saluran air karena dapat mengganggu fungsi drainase dan memperbesar potensi terjadinya genangan saat hujan deras.

Dalam pelaksanaan awal kegiatan, hasil pembersihan menunjukkan dampak yang cukup signifikan. Dalam waktu sekitar tiga jam, petugas bersama warga berhasil mengangkut kurang lebih 1.000 karung lumpur dan sampah dari saluran air.

Pengangkatan sedimentasi tersebut berdampak pada penurunan tinggi muka air sekitar 60 sentimeter, sehingga aliran air menjadi lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

“Ini menunjukkan bahwa sedimentasi menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air. Setelah dibersihkan, debit air langsung mengalir lebih baik,” kata Iin.

Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Suku Dinas Sumber Daya Air, aparat wilayah, TNI-Polri, Satpol PP, serta masyarakat. Untuk lokasi yang sulit dijangkau secara manual, pemerintah akan mengerahkan peralatan berat maupun mesin pendukung agar proses pengerjaan lebih maksimal.

Setiap kegiatan juga akan dievaluasi melalui laporan berkala mengenai volume lumpur dan sampah yang berhasil diangkut sebagai indikator keberhasilan program.

Selain menjadi bagian dari pengendalian banjir, Gerbek Lumpur juga terintegrasi dengan program pengurangan sampah di saluran air. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memperlancar sistem drainase perkotaan.

Di sisi lain, Pemkot Jakarta Barat terus melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung pengendalian banjir, seperti pembangunan waduk, normalisasi saluran, hingga penyambungan drainase menuju sungai agar sistem pengaliran air semakin efektif.

Melalui kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Pemkot Jakarta Barat optimistis program Gerbek Lumpur mampu memberikan dampak nyata dalam mengurangi banjir dan genangan ketika musim hujan mulai berlangsung pada awal tahun 2027.

Usai apel pembukaan, Wali Kota bersama jajaran TNI-Polri dan seluruh peserta langsung turun ke lapangan mengikuti kerja bakti pembersihan saluran air di sejumlah titik yang telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN Whats-App-Image-2024-08-18-at-08-50-17-removebg-preview PSE