Scroll untuk baca artikel
Walikota Jakarta Barat

DMI Jakbar Gelar Pembekalan Pencegahan Bullying dan Stunting, Wali Kota Tekankan Peran Keluarga

Avatar photo
×

DMI Jakbar Gelar Pembekalan Pencegahan Bullying dan Stunting, Wali Kota Tekankan Peran Keluarga

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SUARA HARIAN INDONESIA Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah menegaskan bahwa, persoalan perundungan (bullying) dan stunting merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi bangsa yang tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh agama untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pembekalan program pemerintah bertajuk “Mencegah Bullying dan Stunting” yang diinisiasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jakarta Barat di Aula Masjid Al-Muchlhisin, Kecamatan Grogol Petamburan, Rabu (22/7/2026).

 https://suaraharianindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Mars-Jasa.jpeg

Iin Mutmainah mengapresiasi berbagai organisasi masyarakat yang selama ini aktif mendukung pembangunan sosial di Jakarta Barat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga. Mari manfaatkan waktu dan energi yang kita miliki untuk terus berbuat kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi perhatian serius pemerintah. Namun, ia menilai meningkatnya keberanian masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan merupakan perkembangan positif yang menunjukkan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya perlindungan anak.

Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam mencegah terjadinya kekerasan maupun perundungan. Orang tua memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta memberikan rasa aman bagi anak sejak usia dini.

“Ketahanan keluarga adalah fondasi utama. Orang tua merupakan guru pertama, sementara ibu adalah madrasah pertama yang membentuk karakter, kasih sayang, serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik,” tegasnya.

Iin Mutmainah juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan anak membangun sikap disiplin, mandiri, peduli terhadap kebersihan, serta menghormati sesama.

Ia menambahkan, pembangunan kota tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diiringi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman harus melahirkan masyarakat yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta bebas dari kekerasan dan stunting.

“Pembangunan bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi yang terpenting adalah membangun manusianya. Kita harus mencetak generasi yang sehat, berkarakter, berakhlak, dan terbebas dari bullying maupun stunting demi masa depan Jakarta Barat yang lebih baik,” tutup Iin Mutmainah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN Whats-App-Image-2024-08-18-at-08-50-17-removebg-preview PSE