Scroll untuk baca artikel
Kemendag

Kemendag Genjot Wirausaha Muda Ekspor, Program Campuspreneur Siapkan UMKM Tembus Pasar Global

Avatar photo
×

Kemendag Genjot Wirausaha Muda Ekspor, Program Campuspreneur Siapkan UMKM Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, SUARA HARIAN INDONESIA Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) terus memperkuat ekosistem wirausaha muda berorientasi ekspor melalui lokakarya Campuspreneur yang digelar di Auditorium Telkom University, Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari kalangan mahasiswa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari penguatan Program Campuspreneur yang telah diluncurkan Kemendag. Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang mampu membangun usaha berdaya saing hingga menembus pasar internasional.

 https://suaraharianindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Mars-Jasa.jpeg

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga mitra internasional menjadi kunci penting dalam menciptakan wirausaha muda yang siap ekspor.

“Lokakarya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra internasional dalam mendukung peningkatan ekspor Indonesia,” ujar Puntodewi.

Mengusung tema “End-to-End Export Readiness: Transforming MSME Products from Design, Financing, to Global Market Access”, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai sesi penguatan kapasitas ekspor mulai dari pengembangan desain produk, akses pembiayaan, hingga strategi penetrasi pasar global.

Sejumlah narasumber turut hadir membagikan pengalaman dan wawasan, di antaranya Kepala Divisi Jasa Konsultasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Maria Sidabutar, Tenaga Ahli Desain Indonesia Design Development Center (IDDC) Darfi Rizkavirwan, serta Atase Perdagangan RI Den Haag Annisa Hapsari.

Sekretaris Ditjen PEN Kemendag Sugih Rahmansyah yang hadir sebagai pembicara kunci menegaskan bahwa penguatan daya saing UMKM menjadi prioritas penting Kemendag karena sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Menurut Sugih, Program Campuspreneur dirancang melalui empat pilar utama, yakni peningkatan kapasitas dan pendampingan, pengembangan inovasi produk, pembukaan akses pasar, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.

“Kami ingin membangun ekosistem kewirausahaan muda yang terintegrasi sehingga mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan produk yang kompetitif, tetapi juga siap mengisi pasar dalam negeri hingga pasar ekspor,” kata Sugih.

Selain sesi edukasi dan konsultasi, Kemendag juga memfasilitasi business matching daring dengan puluhan Perwakilan Perdagangan RI di berbagai negara untuk mempertemukan UMKM dengan calon buyer internasional.

Salah satu peserta, pemilik usaha daur ulang plastik Replast, Dafa Alif, mengaku program tersebut memberikan wawasan baru terkait pengembangan produk dan peluang ekspor. Hal senada juga disampaikan pemilik Abah Sorgum, Neneng Supriati Ningsih, yang menilai sesi konsultasi bersama IDDC sangat membantu dalam memperkuat kemasan dan storytelling produk.

Dalam kesempatan itu, Sugih juga memaparkan capaian perdagangan Indonesia yang menunjukkan tren positif. Pada Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus USD 3,32 miliar, sementara secara kumulatif Januari–Maret 2026 mencapai surplus USD 5,55 miliar.

Provinsi Jawa Barat turut menjadi salah satu penopang utama ekspor nasional dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD 2,11 miliar pada Maret 2026, didukung kontribusi besar sektor industri manufaktur terhadap ekspor daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN Whats-App-Image-2024-08-18-at-08-50-17-removebg-preview PSE