Scroll untuk baca artikel
Walikota Jakarta Barat

Lebaran Betawi 2026 Pegadungan Diserbu Ribuan Warga, Wali Kota Jakbar Tekankan Kebersamaan

Avatar photo
×

Lebaran Betawi 2026 Pegadungan Diserbu Ribuan Warga, Wali Kota Jakbar Tekankan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SUARA HARIAN INDONESIA Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Kampung Pinggir Rawa, Jalan 20 Desember RT 003/RW 003, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dalam gelaran Lebaran Betawi 2026. Mengusung tema “Merawat Budaya, Menguatkan Silaturahmi”, acara ini menjadi momentum penting dalam melestarikan budaya Betawi sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Kegiatan yang digagas oleh Komunitas Peci Marun, warga RW 03, serta para penggiat budaya Betawi ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Kehadiran rombongan disambut meriah dengan dentuman petasan dan atraksi palang pintu khas Betawi yang sarat nilai tradisi.

 https://suaraharianindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Mars-Jasa.jpeg

Atraksi palang pintu yang menampilkan seni bela diri dan pantun Betawi menjadi simbol penyambutan tamu kehormatan sekaligus menunjukkan kekayaan budaya lokal yang tetap terjaga. Antusiasme warga terlihat jelas, bahkan banyak yang mengabadikan momen tersebut melalui ponsel.

Turut hadir dalam acara tersebut Plt Camat Kalideres Raditian Ramajaya, Lurah Pegadungan Anugerah S. Susilo, para ketua RW dan RT, serta sejumlah tokoh masyarakat Betawi, di antaranya H. A. Mudjamil Saleh dan Ketua MUI Jakarta Barat KH. Abdurrahman Shoheh.

Dalam sambutannya, Iin Mutmainnah menyoroti tingginya antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi hari. Ia mengaitkan cuaca cerah dengan semangat kebersamaan warga.

“Hari ini cuaca cerah, memberikan semangat dan kesehatan. Walaupun panas terik, pengunjung tetap membludak,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Pegadungan, untuk terus menjaga kerukunan dan keguyuban yang menjadi ciri khas masyarakat Betawi.

“Mari kita tingkatkan kerukunan dan keguyuban. Masyarakat Betawi cinta persaudaraan. Bahkan tanpa diundang pun tetap hadir, karena merasa satu keluarga,” tuturnya.

Menurutnya, nilai gotong royong dan toleransi merupakan akar budaya Betawi yang menjadikan Jakarta sebagai kota yang terbuka bagi semua kalangan.

“Kalau tidak ada toleransi, pendatang tidak akan bisa tinggal di Jakarta. Warga Betawi menerima semua dengan baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

“Yang penting kita sama-sama menjaga kota dan lingkungan agar tetap rukun dan nyaman,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Iin berharap kegiatan Lebaran Betawi dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

“Kita ajak anak-anak belajar budaya. Kita boleh maju, tapi tidak boleh meninggalkan kearifan lokal,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Lurah Pegadungan Anugerah S. Susilo menyebut kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas warga, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui UMKM.

“Kegiatan ini memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga budaya. Harapannya bisa terus digelar setiap tahun,” ujarnya.

Acara semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni Betawi, mulai dari musik tradisional, tarian, hingga lawakan khas Betawi. Kehadiran bintang tamu Baba H. Mandra dan Bang Sabar H. Bokir turut menghibur warga dengan penampilan yang mengundang tawa.

Partisipasi generasi muda juga terlihat melalui penampilan Abang None Karang Taruna RW 03 Pegadungan yang turut mengangkat nilai-nilai budaya Betawi.

Di sisi lain, bazar kuliner khas Betawi menjadi daya tarik tersendiri. Beragam makanan seperti kerak telor, dodol Betawi, selendang mayang, hingga asinan Betawi khas Bang Aan disajikan untuk para pengunjung.

Bazar UMKM lokal juga turut meramaikan acara dengan berbagai produk kreatif warga, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan. Kehadiran bazar ini menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan.

Selain hiburan, kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Panitia menyalurkan santunan kepada 86 anak yatim piatu dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial.

Sementara itu, sesepuh setempat, Matsuaini Gaos, menyampaikan bahwa Lebaran Betawi Pegadungan tidak hanya dihadiri warga lokal, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah.

“Masyarakat dari Jawa Barat dan Tangerang semua berkumpul di sini,” ujarnya.

Ia juga mengenang peran para leluhur Betawi serta perkembangan wilayah Pinggir Rawa dari masa ke masa, yang kini telah berkembang menjadi bagian dari kawasan perkotaan.

Antusiasme warga terlihat sepanjang acara. Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah Jakarta Barat memadati lokasi dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan.

Keberhasilan penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 di Pegadungan diharapkan dapat menjadikannya agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat.

Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan, melainkan cerminan identitas dan kekuatan sosial masyarakat Betawi di tengah modernisasi kota.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN Whats-App-Image-2024-08-18-at-08-50-17-removebg-preview PSE